Singapura Secara Tegas Beberkan Lagi Alasan Penolakan Kedatangan UAS

- 25 Mei 2022, 06:54 WIB
Ustad Abdul Somad (UAS)./pikiran-rakyat.com
Ustad Abdul Somad (UAS)./pikiran-rakyat.com /
 
SABACIREBON - Pemerintah Singapura kembali menegaskan alasan menolak kedatangan UAS.
 
UAS panggilan untuk dai kondang, Ustadz Abdul Somad Batubara, ditolak masuk Negara Singapura.
 
Pada 16 Mei 2022 siang, UAS dan rombongan berangkat ke Singapura melalui Batam.
 
 
Setibanya di pelabuhan ferry Tanjung Merah Singapura, rombongan UAS tak bisa masuk ke negara tersebut.
 
Rombongan UAS tertahan di pemeriksaan imigrasi Singapura dan kemudian disuruh kembali ke Batam, Indonesia.
 
UAS pun menulis di akun twitter miliknya tentang peristiwa itu.
UAS menyatakan, dideportasi oleh pemerintah Singapura.
 
 
Namun Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo, menyatakan, berdasarkan keterangan dari imigrasi Singapura, UAS bukan dideportasi tetapi, not elegable entry to Singapore atau not to land. Tidak diizinkan masuk Singapura.
 
Kementerian Dalam Negeri Singapura pun menjawab Nota Diplomatik yang dikirimkan Dubes RI.
 
Kemendagri Singapura menjelaskan lebih rinci tentang penolakan terhadap UAS masuk Singapura.
 
 
Penjelasan itu mengundang reaksi ketidakpuasan dari UAS dan sejumlah warga Indonesia.
 
Sejumlah warga Indonesia sempat melakukan unjuk rasa di depan kantor Kedubes Singapura di Jakarta.
 
Menteri Negeri Singapura, K. Shanmugam pun kembali menegaskan tentang penolakan UAS masuk negaranya.
 
 
Sebagaimana ditayangkan sebuah stasiun TV swasta nasional, Selasa 24 Mei 2022, Shanmugam membeberkan secara tegas alasan negaranya menolak kedatangan UAS.
 
Singapura menilai UAS mengajarkan ekstremisme dan radikalisme.
 
Menurut Shanmugam ceramah ceramah UAS melalui youtube telah mulai mempengaruhi segelintir warga Singapura.
 
 
Pada Januari 2022 Pemerintah Singapura menemukan seorang warga negaranya, remaja berusia 17 tahun  terpapar ceramah UAS.
 
Setelah mendengar ceramah ceramah UAS itu bersikap ingin berjihad dan menyetujui jihad melalui bom bunuh diri.
 
"Kami tidak akan membiarkan orang seperti Somad mendapat kesempatan untuk membangun pengikut lokal  atau terlibat dalam kegiatan  yang mengancam keamanan dan keharmonisan komunal kami," kata Shanmugam.
 
 
Shanmugam menambahkan, jangan sampai dengan masuknya UAS ke negaranya, toleransi antar-umat beragama yang sudah susah payah dijaga selama ini justru hancur berantakan karena faham radikal.***
 
 
 
 
 
ReplyForward

Editor: Aria Zetra

Sumber: Metro TV


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

x