Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Terus Berlanjut, 6.500 Orang Diperiksa Pemerintah

- 30 Maret 2020, 06:53 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, Minggu (29/3/2020). Dok BNPB.


PIKIRAN RAKYAT - Juru Bicara Pemerintah Indonesia untuk Penanganan virus corona, Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan pemerintah telah memeriksa sebanyak 6.500 orang terkait virus corona.

Terkait pemeriksaannya terhadap 6.500 orang, terdapat penambahan baru positif sebanyak 130 pada 29 Maret 2020.

Secara nasional, penambahan kasus tersebut menjadikan Indonesia kini memiliki 1.285 kasus positif.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Cirebon 30 Maret 2020: Siang Hari, Lemahabang dan Harjamukti Berpotensi Hujan Petir

Dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari Antara, Yurianto mengungkapkan penambahan angka kasus positif tersebut masih menggambarkan bahwa di lingkungan masyarakat masih ada kasus positif yang belum melaksanakan isolasi.

Selain itu masih juga terdapat penularan yang terjadi karena kontak dekat tanpa disadari.

Karena sebab itu Yurianto meminta masyarakat untuk menjaga jarak dalam berkomunikasi sosial, baik dengan orang di luar rumah maupun di dalam rumah.

"Upayakan tetap berada di dalam rumah. Apabila terpaksa keluar rumah, maka jaga jarak, hindari kerumunan, kemudian gunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari menyentuh wajah, kemudian praktikan betul etika saat batuk dan bersin," ujar Yurianto.

Baca Juga: Tengah Jalani Isolasi Mandiri, Robert Rene Alberts Beri Dukungan dan Motivasi pada Wander Luiz

Ia juga meminta masyarakat untuk memahami betul penularan penyakit Covid-19, yakni melalui percikan ludah atau droplet saat seseorang batuk dan bersin, sehingga menjaga jarak sangat disarankan, sekurangnya satu meter, sebab droplet dapat terhirup masuk ke saluran napas orang yang sehat, akibatnya akan tertular.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurlatifah

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X