Cek Fakta: Dampak Virus Corona, Tenaga Kerja Asing Tiongkok Digaji Rp 200 Juta per Tahun dan Bebas Pajak, Simak Kebenarannya

- 23 Maret 2020, 14:06 WIB
Ilustrasi Buruh dan Pekerja di Salah Satu Negara .*/Pikiran Rakyat

PIKIRAN RAKYAT - Indonesia tengah berduka, penyebaran virus corona yang begitu masif telah menyebabkan lebih dari 40 orang meninggal dunia.

Presiden RI, Joko Widodo bersama pemerintah tengah berusaha keras memutus rantai penyebaran, serta meredam isu dan berita bohong yang dapat memperkeruh suasana di tengah wabah Covid-19 ini.

Seperti tidak ada habisnya, isu-isu hoaks mencuat ke permukaan dengan dikait-kaitkan pada fenomena virus corona, mulai dari hujatan terhadap kebijakan pemerintah hingga klaim virus sebagai senjata biologis pemerintahan guna menguntungkan salah satu pihak.

Baca Juga: Cara Najwa Shihab dan Puluhan Musisi Galang Semangat Lawan Virus Corona, Bernyanyi Bersama di Dunia Maya

Seperti baru-baru ini, tersiar kabar menyebut dampak virus corona, membuat Indonesia harus menggaji warga Tiongkok sebesar 200 juta per-tahun, yang berarti digaji Rp 16,67 juta per-bulan serta bebas pajak.

loading...

Kabar ini dimuat sebuah artikel media online Indonesia yang berjudul 'Dampak Corona, Buruh Gaji Rp 200 Juta per Tahun Bebas Pajak yang kemudian diposting ulang laman Facebook Kami_Oposisi pada 17 Maret 2020 disertai narasi yang menyesatkan.

“Gara-gara Corona, kita jadi tahu bahwa buruh China (Tiongkok, red.) digaji 200 Juta per tahun. Itu artinya digaji Rp 16,67 juta per-bulan dan bebas pajak pula, sementara buruh pribumi hanya UMR dan dipotong pajak,” dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari tangkapan layar laman Facebook Kami_Oposisi.

Baca Juga: Ruang Isolasi Virus Corona Penuh, RSUD Waled Cirebon Bakal Pertimbangkan jika Datang Pasien Baru

Namun setelah dilakukan penelusuran tim cek fakta Masyarakat Anti Hoaks Indonesia (MAFINDO), artikel yang dimuat media online Indonesia itu telah dipelintir kontek pemberitaanya.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurlatifah

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X