Ingin Digitalisasi 718 Bahasa Daerah, PANDI Baru Bisa Ambil 10 untuk Dipergunakan Warga Internet

- 13 Desember 2020, 11:26 WIB
Ilustrasi font. //PIXABAY

PR CIREBON - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia atau PANDI terus berupaya digitalisasikan aksara nusantara ke dalam format internationalize domain name (IDN), yang dapat diakses dan dipergunakan di internet.

Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI mengatakan, jika upaya ini dilakukan untuk melestarikan budaya Indonesia. Karenanya, PANDI membuat program khusus bertajuk Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara.

IDN adalah nama domain untuk bahasa atau aksara lokal di setiap wilayah atau negara. Nama domain ini tergolong istimewa, karena tidak menggunakan huruf latin yang merupakan kode American Standard Code for Information Interchange (ASCII).

Baca Juga: Tanggapi Keinginan Susi Pudjiastuti Soal Kapal Asing Jadi Museum, DPR: Saksi Sejarah Ilegal Fishing

"Ini merupakan perjuangan panjang kita punya 718 bahasa daerah dan sekarang di Unicode hanya 10 yang terdigitasi," ujar Yudho Giri Sucahyo dalam acara peluncuran Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara di Jakarta, pada Sabtu 12 Desember 2020, dilansir PikiranRakyat-Cirebon.com dari Antara News.

Yudho menambahkan, bahwa keberadaan IDN di era digitalisasi saat ini dirasa penting, mengingat pertumbuhan pengguna internet dunia yang semakin pesat.

Apalagi masyarakat internet sudah terbiasa menggunakan huruf latin untuk menulis atau mengetik. Bukan tidak mungkin, kelak aksara daerah di Indonesia akan punah jika tidak dilestarikan.

Baca Juga: Soal Pembangunan Tol Trans Sumatera, KSP: Percepat, Biar Tumbuhkan Wilayah Ekonomi Baru

Yudho mengatakan, bahwa PANDI dalam mewujudkan program ini juga menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, komunitas, hingga lembaga akademis dan non akademis.

"Kami mulai dengan identifikasi siapa saja pegiat aksara langsung ke kantongnya. Ternyata di Jogja ada komunitas yang melakukan WhatsApp dengan aksara Jawa," kata Yudho Giri Sucahyo.

Halaman:

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Antara News


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X