Pekerja Shift Malam Rentan Kena Diabetes dan Obesitas

- 14 Mei 2024, 21:12 WIB
Ilustrasi Kesehatan
Ilustrasi Kesehatan /Bing/Image Creator

SABACIREBON - Temuan terbaru dari Washington State University dan Pasific Northwest Nation Laboratory mengungkapkan bahwa pekerja shift malam berisiko tinggi terkena diabetes dan obesitas. Pelajari dampaknya dalam studi ini.

Sebuah studi terbaru dari Washington State University dan Pasific Northwest Nation Laboratory menyoroti risiko diabetes dan obesitas yang meningkat bagi pekerja shift malam. Perubahan ritme protein dalam tubuh, terutama setelah tiga hari berturut-turut, menjadi penyebab utamanya.

Para peneliti menemukan bahwa bekerja pada shift malam mengganggu ritme protein yang terkait dengan regulasi glukosa darah, metabolisme energi, dan peradangan. Hal ini mempengaruhi perkembangan kondisi metabolisme kronis.

Baca Juga: Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Pangan di Kolaka Utara

Penelitian melibatkan imulasi shift malam dan siang pada sukarelawan selama tiga hari, di mana sampel darah diambil untuk menganalisis protein dalam sistem kekebalan berbasis darah. Hasilnya menunjukkan perubahan signifikan pada protein terkait regulasi glukosa dan insulin pada peserta shift malam.

Dibandingkan dengan peserta shift siang, peserta shift malam menunjukkan pembalikan ritme glukosa yang hampir sempurna dan tidak memiliki sinkronisasi dalam produksi dan sensitivitas insulin.

Baca Juga: Masyarakat Kampung Kapatcol, Raja Ampat, Lestarikan Laut dengan Tradisi Sasi

Proses-proses ini berkontribusi pada risiko tinggi terkena diabetes dan obesitas pada pekerja shift malam. Penulis studi menekankan perlunya intervensi dini untuk mencegah risiko penyakit jantung dan stroke.

"Ketika ritme internal tidak teratur, Anda mengalami stres berkepanjangan dalam sistem tubuh Anda yang kami yakini memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang," kata penulis senior studi.***

Editor: Otang Fharyana

Sumber: AntaraNews


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah