Labeli Cek Fakta dalam Cuitannya, Trump Ngamuk dan Tuduh Twitter Ikut Campur Pemilu Presiden AS 2020

- 27 Mei 2020, 12:05 WIB
Donald Trump.* /Twitter @thehill

PIKIRAN RAKYAT - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Twitter ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2020, setelah platform media sosial itu untuk pertama kalinya memeriksa salah satu cuitannya dan menyimpulkannya berisi informasi palsu.

Langkah itu datang ketika presiden terus menyarankan dalam tweet bahwa mantan anggota Kongres GOP Joe Scarborough bertanggung jawab atas pembunuhan seorang anggota staf pada 2001 ketika iduda itu memohon agar Twitter menghapus postingan itu.

Twitter memilih tweet pada Selasa pagi oleh Trump di mana ia mengklaim surat suara secara otomatis 'substansial curang'.

Baca Juga: Pertama Kalinya, Twitter Labeli Notifikasi Cek Fakta di Cuitan Trump karena Sebar Tweet Menyesatkan

"Kotak surat akan dirampok, surat suara akan dipalsukan dan bahkan dicetak secara ilegal dan ditandatangani secara curang," tulis Trump dalam akun Twitter miliknya, dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari The Independent.

Meskipun butuh 10 jam, Twitter menambahkan tautan ke tweet itu dengan kata-kata, 'Dapatkan fakta tentang surat suara'.

Tautan itu membawa pengguna ke halaman terpisah yang diisi oleh artikel berita dan tweet dari jurnalis dan pakar periksa fakta yang menyangkal bagian dari klaim presiden.

Baca Juga: Jutaan Warga Memaksa untuk Pulang Kampung, Kasus Covid-19 Alami Lonjakan yang Tinggi

Ironisnya, item pertama adalah artikel CNN yang menyebut tweet itu sebagai 'klaim tidak berdasar'. Trump selama bertahun-tahun menyebut jaringan itu 'berita palsu' dan menuduhnya bias terhadapnya.

Halaman:

Editor: Suci Nurzannah Efendi

Sumber: The Independent


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X