Kedapatan Makan Siang di Luar saat Lockdown, Menteri Komunikasi Afrika Tak Digaji 2 Bulan

- 9 April 2020, 11:15 WIB
ILUSTRASI Makan Siang Bersama Pixabay

PIKIRAN RAKYAT- Di tengah pandemi virus corona, ragam kebijakam mulai diberlakukan pemerintah guna memutus rantai penyebaran, salah satunya lockdown atau pembatasan wilayah.

Guna menegakan kebijakan ini, tak jarang otoritas pemerintah setempat menggalakan sanksi beragam bagi pelanggar aturan tersebut.

Dilansir PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari situs Reuters, Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, menjatuhkan sanksi disiplin kepada Menteri Komunikasi Stella Ndabeni-Abrahams karena kedapatan tengah makan siang bersama saat karantina wilayah atau lockdown.

Baca Juga: Pesan Terakhir Glenn Fredly untuk Mutia Ayu: Semesta Menjagamu dan Kita Bersama Selalu

Sanksi yang diberikan Ramaphosa kepada Stella tak hanya sekedar peringatan saja, melainkan Ramaphosa secara tegas memberikan cuti khusus tanpa gaji selama dua bulan pada mulai Rabu, 8 April 2020 kemarin.

Praktik pelanggaran ini pertama kali ditemukan setelah Ndabeni-Abraham berswafoto dengan mantan pejabat ketika makan siang beredar di media sosial. Diketahui potret ini diambil pada saat Afrika sudah memberlakukan status lockdown sejak tiga pekan lalu, per 27 Maret 2020.

Peraturan lockdown tersebut resmi dirilis beserta aturan lain yang mengikutinya, seperti masyarakat hanya diizinkan keluar rumah untuk kegiatan yang sangat mendesak, saat membeli makanan, atau mencari layanan kesehatan.

Baca Juga: Cek Fakta: Hoaks Tarif Listrik Nonsubsidi Naik 100 Persen Karena Subsidi Silang

Sejauh ini, pihak kepolisan Afrika telah menahan lebih dari 17.000 orang sejak pertama kali diberlakukan pada 27 Maret lalu, kebanyakan pelanggar dengan sengaja berkegiatan dirumah tanpa rasa takut.

"Presiden sangat amat meyakini bahwa tidak ada siapa pun, termasuk menteri, yang berbeda di mata hukum.

"Beliau mengatakan tidak boleh ada yang meremehkan upaya bangsa menyelamatkan nyawa dalam situasi yang parah ini," kata juru bicara Ramaphosa, Khusela Diko.

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X