Anggota Parlemen Inggris Ini Tewas Ditusuk di Gereja, Ini Kata Menteri Luar Negeri Inggris

- 17 Oktober 2021, 14:50 WIB
Ilustrasi pembunuhan. Seorang anggota parlemen Inggris, David Amess, tewas usai ditusuk di sebuah gereja, Menteri Luar Negeri Inggris pun angkat bicara.
Ilustrasi pembunuhan. Seorang anggota parlemen Inggris, David Amess, tewas usai ditusuk di sebuah gereja, Menteri Luar Negeri Inggris pun angkat bicara. /Pexels/Kat Wilcox

PR CIREBON - Pembunuhan yang terjadi pada seorang anggota parlemen veteran dalam penusukan publik ini telah memicu penyelidikan terorisme dan seruan baru untuk mengatasi keselamatan politisi.

Serangan yang ditujukan terhadap David Amess saat dia bertemu dengan publik di sebuah kota kecil di luar London, membuat pendirian politik negara Inggris terguncang sekali lagi, lima tahun setelah pembunuhan seorang anggota parlemen lainnya.

Dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari laman NBC News, polisi menyatakan insiden pada Jumat, 15 Oktober 2021 di sebuah gereja di Leigh-on-Sea sebagai tindakan terorisme dan mengatakan bahwa penyelidikan awal telah mengungkapkan motif potensial terkait dengan ekstremisme Islam. Tetapi ketika penyelidikan berlanjut beberapa penghormatan mengalir untuk anggota parlemen lama, sorotan juga beralih ke keselamatan politisi.

Baca Juga: Ngeri, Seorang Remaja di Inggris Sebabkan Kebakaran Besar Di Rumahnya Karena Deodoran Meledak

Kematian David Amess membawa gema menyakitkan dari pembunuhan tahun 2016, Jo Cox, yang ditembak mati dan ditikam di siang bolong saat bertemu tokoh publik di sebuah desa di Inggris utara.

Hal ini telah membuat anggota parlemen, keluarga dan staf mereka yang sudah menavigasi suasana politik menjadi semakin tidak stabil dan mereka sekali lagi merasa rentan dan berisiko.

“Ini sangat sulit karena kami memiliki pekerjaan yang harus dilakukan,” ujar Kim Leadbetter, saudara perempuan Cox dan sekarang menjadi anggota parlemen terpilih.

Baca Juga: Penundaan Lockdown Saat Covid-19 Disebut Jadi Kegagalan Kesehatan di Inggris

Leadbetter mengungkapkan semenjak pembuhuhan Jo Cox ruang geraknya jadi terbatas karena dia khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi, namun dilain sisi dia juga harus keluar untuk bekerja.

Halaman:

Editor: Akhmad Jauhari

Sumber: NBC News


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X