Pemerintah Taliban Klarifikasi Tidak Ada Eksekusi Publik dan Gantung Mayat di Afghanistan

- 17 Oktober 2021, 13:00 WIB
Ilustrasi. Setelah geger adanya eksekusi publik di Afghanistan, kini Pemerintah Taliban memberikan klarifikasinya.
Ilustrasi. Setelah geger adanya eksekusi publik di Afghanistan, kini Pemerintah Taliban memberikan klarifikasinya. /Pixabay/Tammy Cuff

PR CIREBON - Sejak pengambilalihan pemerintahan Afghanistan oleh kelompok Taliban Agustus lalu, polemik soal cara pemerintahannya terus menjadi perhatian.

Setelah sempat ramai diberitakan soal pemerintahan Taliban yang brutal dan melanggar HAM karena isu eksekusi publik, kini Pemerintah Taliban berikan klarifikasi.

Dilansir PikiranRakyat-Cirebon.com dari dnaindia.com, pemerintahan Taliban melalui diktat baru Taliban mengatakan bahwa tidak akan ada eksekusi publik maupun gantung mayat di Afghanistan.

Baca Juga: Hubungan Aquarius dengan Zodiak Lain: Capricorn Saling Menghormati, Leo Saling Menyukai

Pejabat lokal diarahkan untuk menahan diri dari melakukan hukuman di depan umum kecuali pengadilan tinggi Afghanistan mengeluarkan perintah untuk eksekusi publik.

Dalam diktat baru tersebut, penguasa baru Afghanistan, Taliban, mengatakan bahwa tidak akan ada eksekusi publik kecuali diarahkan oleh pengadilan.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah tweet mengatakan bahwa tidak ada hukuman yang akan dilakukan secara terbuka ketika tidak ada kebutuhan untuk mempublikasikan terpidana dan sampai pengadilan mengeluarkan perintah.

Baca Juga: Prediksi Cagliari vs Sampdoria di Serie A Italia 17 Oktober 2021 Dilengkapi Head to Head dan Susunan Pemain

Setelah keputusan yang dibuat oleh Dewan Menteri, pejabat lokal telah diarahkan untuk menahan diri dari melaksanakan hukuman di depan umum kecuali 'pengadilan tinggi' Afghanistan mengeluarkan perintah untuk eksekusi publik.

"Eksekusi publik dan gantung mayat harus dihindari kecuali jika Mahkamah Agung mengeluarkan perintah untuk tindakan seperti itu," kata Mujahid

Halaman:

Editor: Ghassan Faikar Dedi

Sumber: DNA India


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X