Panglima Milter Myanmar Sebut Pihaknya Menahan Diri dari Perusuh Bersenjata Selama Peristiwa Berdarah

- 6 April 2021, 05:40 WIB
Jenderal Militer Myanmar, Min Aung Hlaing mengaku pihaknya menahan diri terhadap demonstran bersenjata yang menyebabkan adanya kekerasan.* /Reuters/Lynn Bo Bo/Pool

PR CIREBON - Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing mengatakan pasukan keamanan "menahan diri sepenuhnya" terhadap perusuh bersenjata yang menyebabkan kekerasan dan anarki.

Hal ini disampaikan Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing dalam pidatonya kepada tentara yang disiarkan media pemerintah pada hari Minggu, 4 April 2021.

Dilansir Cirebon.Pikiran-Rakyat.com dari Reuters, pidato Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing dipicu adanya tekanan eksternal tumbuh pada militer untuk menghentikan pembunuhan.

Baca Juga: Berapa Banyak Air yang Harus Dikonsumi Tubuh Setiap Harinya? Berikut ini Penjelasannya!

Beberapa negara menyerukan agar militer Myanmar segera menyerahkan kekuasaan dan membebaskan semua tahanan.

Asosiasi Tahanan Politik (AAPP) pada hari Senin 5 April 2021 mengatakan, sekitar 2.658 orang telah ditahan di bawah junta.

Junta pada akhir pekan mengumumkan surat perintah penangkapan untuk lebih dari 60 selebriti, influencer media sosial, model, dan musisi atas tuduhan penghasutan.

Baca Juga: Terkait Laut China Selatan hingga Masalah Hong Kong dan Uighur, Jepang Nyatakan Keprihatian terhadap Tiongkok

Selain itu, mereka juga menerima kritik dan meme komedi dibagikan secara luas pada hari Senin 5 April 2021.

Halaman:

Editor: Asri Sulistyowati

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X