Pionir Pemanfaatan Oli Bekas: Langkah Terobosan Anak Usaha BUMI dalam Lingkungan Pertambangan

- 11 Juni 2024, 19:00 WIB
Ilustrasi - Stockpile PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha PT Bumi Resources Tbk., di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.
Ilustrasi - Stockpile PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha PT Bumi Resources Tbk., di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. /ANTARA/HO-BUMI

 

SABACIREBON - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) telah mencatatkan terobosan signifikan dalam industri pertambangan. Mereka menjadi pionir dalam penggunaan oli bekas untuk bahan bakar pembantu peledakan di pertambangan, menunjukkan komitmen kuat mereka terhadap inovasi berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan. Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie, menegaskan bahwa langkah-langkah inovatif ini adalah bagian dari komitmen utama perusahaan untuk meminimalkan dampak lingkungan negatif yang mungkin timbul dari operasi pertambangan.

Adika Bakrie menegaskan komitmen BUMI untuk mematuhi standar internasional dalam pengelolaan lingkungan dan memperkuat kepedulian terhadap masyarakat sekitar pertambangan. Salah satu implementasi konkrit dari komitmen ini adalah penggunaan oli bekas sebagai bahan bakar pembantu peledakan. Langkah ini tidak hanya mengurangi limbah yang dihasilkan tetapi juga meningkatkan efisiensi energi, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) pemerintah.

Penggunaan oli bekas ini telah menjadi praktik yang terintegrasi dengan baik di KPC. Mereka telah berhasil memanfaatkan sekitar 44 persen dari jumlah oli bekas yang dihasilkan dari kegiatan perawatan alat berat pertambangan, serta mengeluarkan pedoman resmi mengenai tata cara pemanfaatan oli bekas, yang menjadi acuan bagi perusahaan lain yang ingin mengadopsi praktik serupa.

Selain itu, KPC juga telah mencatat keberhasilan dalam penggunaan abu pembakaran batu bara (FABA) sebagai bahan baku untuk mencegah terbentuknya air asam tambang di area reklamasi. Pemanfaatan FABA sebagai Penudung Material PAF di area reklamasi telah terbukti efektif, dengan izin resmi yang diperoleh pada tahun 2019. Dengan perubahan status FABA menjadi limbah Non B3 Terdaftar, pemanfaatannya sebagai penudung material menjadi solusi efektif dan berkelanjutan untuk penanganan limbah tersebut.

Dengan langkah-langkah ini, BUMI dan anak usahanya KPC tidak hanya menjadi pionir dalam inovasi lingkungan di industri pertambangan tetapi juga menetapkan standar baru untuk tanggung jawab lingkungan korporat. Semua ini sejalan dengan visi perusahaan untuk terus berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan, melalui praktik-praktik yang bertanggung jawab dan inovatif.***

Editor: Buddy Nugraha

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah