Kemendag Gelar Sosialisasi TEI 2024, Jaring Pelaku Eskportir

- 9 Juni 2024, 07:00 WIB
Ilustrasi kegiatan eskpor produk Indonesia ke dunia Internasional
Ilustrasi kegiatan eskpor produk Indonesia ke dunia Internasional /Galeri/InfoPublik

 

SABACIREBON - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) bersinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menggelar acara sosialisasi Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 di kota Medan, Sumatra Utara pada Kamis (6/7/2024). Sosialisasi ini bertujuan untuk menarik perhatian para pelaku usaha ekspor di Medan dan sekitarnya agar berpartisipasi aktif dalam TEI 2024.

"TEI 2024 akan memudahkan pelaku usaha ekspor menjangkau pasar global dengan lebih luas. Dengan peserta dari 115 negara, TEI 2024 menjadi platform penting untuk promosi perdagangan dan membangun jejaring bisnis," ungkap Miftah Farid, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag.

TEI ke-39 tahun 2024 mengangkat tema "Build Strong Connection with The Best of Indonesia". Acara ini menjadi wadah bagi eksportir Indonesia untuk bertemu dengan pembeli potensial dari luar negeri. Dalam TEI 2024, produk-produk unggulan Indonesia dipamerkan dalam tiga zona: Food, Beverages and Agriculture Products; Manufacture Products; serta Home Living, Fashion & Services. Diperkirakan lebih dari 1.000 pelaku usaha akan berpartisipasi, dengan kehadiran 5.000 pembeli dan 30.000 pengunjung.

Sosialisasi TEI 2024 diperkuat oleh dukungan dari PT Debindomulti Adhiswasti. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Mulyadi Simatupang, 50 eksportir, dan pelaku usaha berorientasi ekspor. Provinsi Sumatra Utara dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena peranannya dalam aktivitas ekspor dan impor yang signifikan bagi perdagangan Indonesia.

Miftah juga menyoroti potensi besar untuk mengembangkan pasar ke negara-negara BRICS dan emerging countries. Menurutnya, pada tahun 2025, daya beli dan standar hidup di negara-negara tersebut diproyeksikan meningkat, memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekspor Indonesia.

Kemendag terus berupaya mendorong perkembangan para pelaku ekspor melalui peningkatan kapasitas, adaptasi produk, dan penetrasi pasar. "Kami berkomitmen untuk mendukung para eksportir dalam menghadapi tantangan global," tambah Miftah.***

Editor: Buddy Nugraha

Sumber: infopublik.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah