Ekspor Kelapa Indonesia Capai USD1,5 Miliar, Lombok Jadi Pusat Hilirisasi

- 14 Mei 2024, 21:02 WIB
Demi memperbesar pasar ekspor buah kelapa, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mengembangkan komoditas tersebut melalui program hilirisasi.
Demi memperbesar pasar ekspor buah kelapa, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mengembangkan komoditas tersebut melalui program hilirisasi. /MC Tidore/Nhanu Tosofu

SABACIREBON - Pada tahun 2023, Indonesia berhasil mengekspor kelapa dan produk turunannya dengan nilai mencapai USD1,5 miliar, menunjukkan peran penting kelapa dalam ekonomi global.

Kementerian Perindustrian menetapkan Lombok sebagai pusat hilirisasi untuk industri kelapa, mengakui potensi besar kelapa sebagai komoditas unggulan Indonesia.

Selain kelapa sawit, kopi, dan coklat, kelapa merupakan komoditas unggulan lain yang berperan penting dalam ekonomi global, dengan Indonesia memproduksi sekitar 27% dari produksi kelapa dunia.

Baca Juga: Studi Temukan Hubungan Gangguan Makan dan Diabetes yang Bergantung pada Insulin

Kelapa memiliki nilai serbaguna, digunakan dalam berbagai industri dari makanan hingga kosmetik, dengan hampir semua bagiannya memiliki nilai guna dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia, kelapa diolah menjadi produk seperti minyak goreng, santan, kopra, dan gula kelapa, serta menjadi bahan baku penting dalam industri makanan, minuman, dan kosmetik.

Badan Karantina Pertanian Indonesia mencatat bahwa hampir seluruh bagian kelapa diekspor, termasuk daging, air, tempurung, sabut, dan batang kelapa, menjadikan Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar di dunia.

Baca Juga: Antara Persiapan Haji dan Fokus Apple pada AI untuk iPhone 16

Riau, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Maluku Utara, dan Sulawesi Tengah adalah sentra produksi kelapa terbesar di Indonesia, dengan kontribusi dari berbagai provinsi termasuk Lombok.

Kementerian Perindustrian dan para pemangku kepentingan sedang menyusun roadmap hilirisasi kelapa terpadu untuk mengembangkan ekosistem pengolahan kelapa di Lombok.

Dukungan dari pemerintah, termasuk alokasi dana khusus sebesar Rp16,8 miliar untuk Kabupaten Lombok Utara, bertujuan untuk mendukung industri pengolahan kelapa di wilayah tersebut.

Baca Juga: Memahami Tanda dan Gejala Sindrom Kelelahan Kronis

Industri pengolahan kelapa di Lombok telah mampu menghasilkan Virgin Coconut Oil (VCO), minyak, dan tepung kelapa, membuktikan potensi besar kelapa dalam industri hilir.

Pentingnya menjaga lahan budi daya kelapa yang lestari sambil memperhatikan kebutuhan lahan untuk aktivitas lain menjadi perhatian utama pemerintah.

Pelatihan sumber daya manusia dan pengembangan bisnis model hilir kelapa juga menjadi fokus dalam upaya memaksimalkan potensi kelapa di Lombok.

 

Meski telah banyak produk olahan kelapa, masih ada potensi pengembangan produk hilir kelapa yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut, menunjukkan tantangan dan peluang dalam industri kelapa.

Pengelola sentra olahan kelapa di Kabupaten Lombok Utara menyoroti potensi pengembangan produk samping kelapa dan perlunya bisnis model yang tepat.

Industri pengolahan kelapa, meskipun banyak dilakukan dalam skala home industry, memiliki peluang besar untuk pengembangan produk dan bisnis model yang lebih maju.

Upaya menjaga dan mengembangkan industri kelapa menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.***

Editor: Otang Fharyana

Sumber: indonesia.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah