Beredar Informasi Alasan Pemecatan Helmi Yahya karena TVRI Putar Film G30S/PKI, Begini Faktanya

- 3 Juni 2020, 07:00 WIB
HOAKS Pemecatan Helmy Yahya karena TVRI putar film G30SPKI.* /HCC Jawa Barat

PR CIREBON – Belum lama setelah pengangkatan Direktur Utama TVRI pengganti Helmi Yahya, beredar kabar pemecatan dirinya dikat-kaitkan dengan film G30S/PKI.

Kabar tersebut ditulis oleh seorang pemilik akun Facebook atas nama Mikha Akhbariyyah atau @daniekingient.selaluceria.

Berikut narasi lengkapnya. “Helmy Yahya dipecat dari jabatan Dirut TVRI pada 17 Januari 2020, penyebab utamanya ternyata karena 4 bulan sebelumnya TVRI memutar film pemberontakan G 30 S / PKI.” tulis akun Facebook Mikha Akhbariyyah atau @daniekingient.selaluceria yang diunggah pada Senin, (1/6).

Baca Juga: Air Masih Menggenang, Petugas KPBD Kota Cirebon Siaga di Lokasi Banjir Rob

Berdasarkan hasil penelusuran PikiranRakyat-Cirebon.com dari berbagai sumber, akhirnya mendapatkan jawaban salah satunya melalui mesin pencari. Diketahui, unggahan akun Facebook Mikha Akhbariyyah adalah salah atau keliru.

Helmy Yahya yang dijuki sebagai Raja Kuis dinonaktifkan pada Rabu, 4 Desember 2019 dan dipecat oleh Dewan Pengawas (Dewas) TVRI pada Kamis, 16 Januari 2020.

Seperti dijelaskan kembali dalam sebuah unggahan akun Instagram Turn Back Hoax, pemecatan tersebut yakni dikarenakan pembelian hak siar siaran langsung Liga Inggris yang dinilai tidak tertib administrasi.

Baca Juga: Tagar Mendikbud Dicari Mahasiswa Trending, Bukti Mahasiswa Turun Aksi Virtual di Tengah Pandemi

Menurut Helmy, pembelian siaran Liga Inggris bertujuan agar TVRI memiliki sebuah konten yang membuat semua orang menonton TVRI.

Di sisi lain, Ketua Dewas LPP TVRI, Arief Hidayat Thamrin menjelasakan, pemecatan Helmy dilakukan karena beberapa alasan, pembelian hak siar Liga Inggris, masalah tertib administrasi anggaran.

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Hoax Crisis Center Jabar


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X