Cek Fakta: Benarkah Presiden Jokowi Dapat Kritik dari PDIP terkait Perppu Terbarunya? Simak Faktanya

- 22 Mei 2020, 10:00 WIB
HOAKS Arteria Dahlan tengah mengkritisi kekebalan hukum pejabat pemerintah pelaksana peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Beredar narasi dalam salah satu artikel pemberitaan nasional yang menyebutkan Arteria Dahlan terlihat tengah mengkritisi kekebalan hukum pejabat pemerintah pelaksana peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Secara detail, artikel itu muncul dari sebuah portal berita sejak 30 April 2020 langsung menjadi pembicaraan di kalangan netizen karena PDIP menyoroti Presiden Jokowi sebagai contoh pejabat kebal hukum tersebut.

Baca Juga: PSBB Tahap Dua Digelar, Pemkot Cirebon Diharapkan Lebih Tegas Terapkan Regulasi

Lebih lanjut, peraturan yang dimaksud adalah Perppu 1/2020 tentang Keuangan Negara dan Sistem Stabilitas Keuangan Negara Menghadapi Covid-19.

Terutama pasal 27 dalam Perppu Nomor 1 tahun 2020 yang sempat menjadi polemik karena dianggap memberikan kekebalan hukum bagi pihak tertentu.

Bahkan, polemik itu mendorong Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menggugat pasal tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Berikut ini cuplikan artikel yang menyebutkan pernyataan dari Arteria:

Baca Juga: Viral di Medsos, Klub Sepakbola Korsel Gunakan Boneka Seks untuk Siasati Kekosongan Tribun Penonton

"Saya mendesak pimpinan KPK untuk mencermati. Presiden harus tetap diposisikan sebagai kepala negara pemegang kekuasaan tertinggi berdasarkan U.

"Pembantu presiden nggak usah minta imunitas di perppu, karena tanpa perppu sekalipun mereka akan terlindung sepanjang tidak ada 'mens rea' nya," demikian bunyi narasi yang diklaim dari Arteria Dahlan dalam artikel tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran PikiranRakyat-Cirebon.com dari situs Antara News, ditemukan bukti yang membantah klaim narasi yang membawa nama Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X